edukasi

2 Nov

 

BONTANG - Tuberculosis atau biasa disingkat TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini akan menginfeksi organ pernafasan, terutama paru-paru. Namun TBC juga tidak hanya menginfeksi organ dan saluran pernafasan saja. Kulit dan selaput otak atau myelin juga dapat terinfeksi oleh bakteri ini. Tuberculosis menyerang manusia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. Mulai dari bayi sampai manusia lanjut usia rentan terkena penyakit ini. Adapun tanda-tanda TBC pada anak tidak sulit dikenali. Untuk itu mari kita kenali gejala TBC pada anak.

Gejala paling umum yang pasti muncul adalah demam. Timbulnya demam merupakan pertanda masa inkubasi dari basil penyebab TBC. Demam yang timbul pada umumnya tidak terlalu tinggi sehingga terkadang dikira hanya demam influenza biasa. Gejala lain yang mungkin timbul adalah berkurangnya nafsu makan anak. Bahkan pada beberapa kasus anak tidak mau makan sama sekali. Anak juga mengalami penurunan berat badan secara drastis. Gangguan pada gizi terjadi hampir di semua kasus TBC anak. Hal tersebut berhubungan erat dengan rendahnya selera makan anak.

Sebagai orang tua, harus sigap kenali gejala TBC pada anak ini karena tidak sedikit orang tua yang sekedar mengira anaknya tidak mempunyai nafsu makan dan tidak mencari tahu penyebabnya. Kondisi lain adalah gejala tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri.

Gejala yang cukup khas untuk dikenali pada kasus TBC anak adalah adanya batu kronis dan berulang. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma. Selanjutnya terjadi diare yang berulang pada anak juga menjadi salah satu pertanda bahwa anak terkena TBC.

Namun untuk lebih memastikan apakah benar anak terkena TBC atau penyakit lain adalah dengan melakukan tes laboratorium. Akan tetapi tetap harus kenali gejala TBC pada anak untuk dapat dilakukan antisipasi berikut penanganan secara tepat terhadap penyakit yang diderita oleh anak. Dan yang paling utama jangan lupa untuk melakukan imunisasi BCG yang merupakan salah satu upaya mencegah infeksi bakteri tuberculosis.

 

28 Oct

 

BONTANG - Keterlambatan bicara merupakan keterlambatan yang paling sering ditemui saat usia perkembangan. Setidaknya 1 dari 5 anak akan mengalami keterlambatan bicara dibanding yang lainnya. Tidak jarang kita menemui anak usia 3 tahun yang belum bisa bicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Apakah hal ini merupakan hal yang normal?

Beberapa anak akan mengalami masalah dalam perilaku sosialnya karena kesulitan menyampaikan apa yang mereka butuhkan atau inginkan. Berbicara dan pengenalan bahasa pada anak merupakan proses yang dinamis. Pembentukan  bahasa memilki beberapa aspek yang harus dimiliki antara lain mengerti, memproses, baru setelah itu memproduksi suatu komunikasi. 

Proses produksi suatu komunikasi juga merupakan proses yang rumit, dimulai dari perintah otak terhadap organ yang membentuk artikulasi (rongga mulut, gigi geligi, lidah, dan sebagainya) sampai dengan tahap pengiriman udara dari paru-paru untuk membentuk suara. 

Keterlambatan bicara pada anak terkadang merupakan masalah yang sementara dan akan membaik dengan bantuan stimulasi yang adekuat dari keluarganya. Tahapan pengenalan bahasa dan berbicara pada anak adalah proses penting dalam pencapaian tumbuh kembang anak. Kesulitan anak dalam berkomunikasi bisa meliputi beberapa kelainan antara lain:

  • Gangguan artikulasi atau pengucapan seperti gagap.
  • Kualitas suara yang tidak normal sehingga menyulitkan berbicara (anak dengan bibir sumbing).
  • Kesulitan berbicara dengan susunan kalimat yang tidak benar.
  • Terdapat kelainan yang mendasari seperti retardasi mental, lumpuh otak, dan kelainan fungsi pendengaran.
  • Terdapat dua bahasa yang dipergunakan sekaligus.
  • Autisme.

Sebelum menentukan apakah anak mengalami keterlambatan bicara atau tidak, kita harus mengetahui tahapan bicara yang normal dilalui seorang anak.

Usia 1-6 bulan: Merespon suara orang lain dengan bergumam atau bunyi-bunyian yang dikeluarkan oleh bayi.

Usia 6-9 bulan: Mengoceh, yaitu yang biasa kita sebut dengan bahasa bayi.

Usia 10-11 bulan: Mengikuti suara orang lain, bicara “mama” atau “papa” tanpa tujuan.

Usia 12 bulan: Bicara “mama” atau “papa bertujuan (mama untuk mama si anak), mengikuti 2-3 kata.

Usia 13-15 bulan: Bicara 4-7 kata, isi pembicaraan anak kebanyakan belum dapat dimengerti.

Usia 16-18 bulan: Bicara 10 kata, mengulang kata yang diucapkan orang lain.

Usia 19-21 bulan: Bicara 20 kata, bicara anak mulai dapat dimengerti oleh orang lain.

Usia 22-24 bulan: Bicara lebih dari 50 kata, dapat membuat kalimat dengan 2 buah kata, sebagian besar kalimat bisa dimengerti orang lain.

Usia 2-2.5 tahun: Bicara lebih dari 400 kata, termasuk nama, dapat membuat kalimat dengan 2-3 kata, isi pembicaraan semakin mudah dimengerti.

Usia 2.5-3 tahun: Mengetahui usia dan jenis kelamin, dapat menghitung sampai dengan 3, menggunakan 3-5 kata dalam satu kalimat, isi pembicaraan mudah dimengerti.

Usia 3-4 tahun: Menggunakan 3-6 huruf per kalimat, membentuk kalimat tanya, dapat membuat cerita.

Usia 4-5 tahun: Menggunakan 6-8 huruf per kalimat, dapat mengenali warna, dapat menghitung hingga angka 10.

Sangatlah penting untuk menstimulasi anak bicara dengan orang dewasa di sekitarnya, dengan tidak hanya dengan untaian kalimat namun juga melalui bahasa tubuh. Pada beberapa kasus, anak bahkan membutuhkan bantuan stimulasi melalui terapis profesional.

Setelah mengetahui tahapan tumbuh kembang dalam bicara dan pengenalan bahasa, ketika anak belum dapat mencapai kemahiran berbicara sesuai tahapan tumbuh kembangnya, kapan orangtua harus mulai mencari bantuan?

  • Apabila anak tidak babbling pada usia 12-15 bulan.
  • Apabila anak tidak merespon perintah sederhana pada usia 18 bulan.
  • Apabila anak tidak bicara pada usia 2 tahun.
  • Apabila anak belum bisa membuat kalimat pada usia 3 tahun.
  • Apabila anak belum bisa menyampaikan cerita pada usia 4-5 tahun.

Apabila memang anak memenuhi kriteria untuk mencari bantuan, jangan tunda, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya atau dokter spesialis anak tumbuh kembang. Semakin cepat diatasi maka perkembangan anak diharapkan akan lebih baik. Apa yang bisa diusahakan untuk memperbaiki kondisi ini di rumah?

  • Dengarkan lagu-lagu untuk anak.
  • Apabila anak menunjuk sesuatu, tanyakan kepadanya. Misalnya, ketika anak menunjuk biskuit tanyakan kepadanya, “Apakah kamu mau biskuit?” Sebelum memberi Anda bisa menanyakan ulang, “Apakah ini?” Biskuit?” Hal ini dilakukan untuk mendorong anak mengulangi kata-kata.
  • Ajari anak mengenal segala benda yang berada di sekitarnya.
  • Batasi menonton televisi 1-2 jam sehari.
  • Usahakan untuk selalu mendampingi anak ketika menonton televisi, bicarakan mengenai acara yang sedang ditonton.
  • Bercengkerama ketika saat makan bersama.
  • Bacakan cerita secara interaktif. Misalnya, tanyakan kepada anak mengenai cerita yang dibacakan atau minta anak untuk menunjuk, menyuarakan, atau menyentuh gambar yang ada di dalam cerita.

 

15 Oct

BONTANG - Siapa yang tidak senang melihat anak kecil yang gemuk dan berisi? Mereka tentu tampak sangat menggemaskan dan membuat Anda ingin menjawilnya berkali-kali. Namun, tahukah Anda bahwa berat badan yang berlebih bisa mengundang banyak masalah bagi tumbuh kembang seorang anak?

Dalam istilah medis, kegemukan dikenal dengan nama obesitas dan overweight. Dua istilah inilah yang sering digunakan untuk menyatakan adanya kelebihan berat badan.  Kegemukan yang terjadi pada Si Kecil akan berisiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa jika terus dibiarkan. Selain itu, anak juga bisa berpotensi mengalami berbagai penyakit seperti penyakit jantung ataupun kencing manis.

Lantas, mengapa kegemukan bisa terjadi pada anak?

Kegemukan terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan. Asupan energi tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena rendahnya metabolisme tubuh dan kurangnya aktivitas fisik. 

Penyebab kegemukan pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Faktor Genetik

Anak-anak yang mengalami obesitas, biasanya orangtuanya juga mengalami hal yang sama. Sampai saat ini belum diketahui, gen apa yang menyebabkan obesitas tersebut.

Faktor Lingkungan:

Perilaku Makan

Perilaku makan dimulai sejak ia masih berada di dalam kandungan. Jumlah lemak tubuh dan pertumbuhan bayi sangat dipengaruhi oleh berat badan ibu dan kenaikan berat badan selama masa kehamilan. Selain itu, orangtua yang memberikan makanan dalam jumlah yang berlebihan akan berakibat anak terbiasa untuk mengonsumsi makanan melebihi kebutuhan, dan hal ini akan berlanjut ke masa pra sekolah, usia sekolah, dan masa remaja.

Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik ini sangat mempengaruhi berat badan Si Kecil. Meski anak masih tergolong bayi, dorong ia untuk selalu bergerak aktif setiap hari. Anda bisa mengajaknya bermain mobil-mobilan (yang bisa menstimulasinya untuk merangkak) atau bahkan belajar berenang bersama Anda.

Obat-obatan

Penggunaan obat golongan steroid dapat menimbulkan efek gemuk pada Si Kecil. Apabila anak mengonsumsi obat-obatan tersebut, berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak mengenai nutrisi anak.

Sosial-Ekonomi

Perubahan pengetahuan, gaya hidup, pola makan, serta faktor pendapatan mampu mempengaruhi pemilihan jenis makanan dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Peran Anda sebagai orangtua sangatlah besar dalam menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi Si Kecil.

 

Untuk mencegah kegemukan pada Si Kecil, Anda dapat menerapkan beberapa cara ini sejak dini:

ASI Eksklusif

Berikanlah buah hati Anda ASI Eksklusif hingga ia berusia 6 bulan. Tidak hanya melindungi semasa anak-anak, ASI juga memiliki manfaat hingga jangka panjang. Anak yang mendapatkan ASI diteliti memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit radang usus ketika dewasa.

Menghargai Selera Makan Anak

Jangan memaksa anak untuk menghabiskan setiap porsi makanan. Seperti orang dewasa, anak juga tahu kapan ia masih lapar atau sudah merasa kenyang.

Membatasi Makanan Berkalori Tinggi

Hindarilah memberikan garam dan makanan yang manis kepada anak karena sistem pencernaannya masih teramat rapuh. Sajikan pula menu sehat dengan komposisi lemak lebih rendah dari 30% kalori total.

Memberikan Serat

Serat sangat baik untuk pencernaan anak. Kandungan serat yang tinggi bisa diperoleh dari buah (apel, pir, pisang) dan sayur-sayuran (brokoli, kubis, bayam, wortel).

Mendorongnya untuk Aktif Bermain

Anda bisa menstimulasinya untuk bergerak aktif dengan melakukan permainan, misalnya bermain bola kecil, mobil-mobilan, atau belajar berenang. Selain itu, permainan bagus untuk melatih perkembangan motoriknya.

Bagaimanakah jika Si Kecil sudah terlanjur gemuk atau bahkan obesitas?

Berkonsultasilah kepada dokter spesialis anak Anda untuk membahas rencana terapi yang akan diberikan pada Si Kecil. Ada beberapa komponen keberhasilan penurunan berat badan, seperti menetapkan target penurunan berat badan (pengaturan diet, peningkatan aktivitas fisik, modifikasi perilaku atau mengubah pola hidup) serta perlunya keterlibatan keluarga.

7 Oct

BONTANG - Autisme memang tidak dapat dideteksi oleh pemeriksaan medis seperti misalnya pemeriksaan radiologi atau pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu sebagai orangtua, penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dini dari autisme.

Berikut tanda-tanda awal dari autisme pada anak yang dapat dikenali, sesuai dengan rentang usianya:

Umur 6 bulan

Belum dapat mengekspresikan kesenangan atau kehangatan, tidak ada senyuman lebar.

Umur 9 bulan

Tidak ada ekspresi wajah atau senyuman. Tidak ada pengeluaran suara-suara yang tidak jelas (seperti pada bayi seusianya yang mulai mengeluarkan suara namun tidak jelas). Mungkin tertawa sendiri tanpa alasan yang jelas.

Umur 12 bulan

Tidak merespon jika namanya dipanggil. Tidak ada gumaman-gumaman seperti bayi seusianya (semisal “ba ba ba”). Tidak ada pergerakan berulang seperti menunjuk atau mengambil benda atau melambai. Sebagai contoh: ketika berbelanja, bukannya meminta atau menunjuk apa yang ia inginkan, anak Anda justru malah menaruh benda-benda di tangan Anda.

Usia 16 bulan

Tidak ada kata-kata. Anak Anda tidak dapat mengutarakan keinginan dasarnya seperti ingin ke toilet, lapar, haus, dsb. Lebih suka sendirian dan tidak suka dipeluk (tidak seperti anak pada umumnya). Anak mungkin saja berbicara dengan Anda, namun tidak melihat Anda ketika berbicara.

Umur 24 bulan

Mengeluarkan kata-kata yang tidak ada artinya walaupun tidak sedang meniru/mengulangi perkataan seseorang. Anak Anda mungkin saja memiliki kemampuan yang sangat baik dalam suatu aktivitas spesifik seperti misalnya menggambar. Ia juga biasanya memiliki 1 benda khusus yang selalu melekat dengannya.

Jika anak Anda mengalami tanda-tanda di atas, belum tentu atau belumlah pasti anak Anda mengalami autisme, namun tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi ke dokter guna pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu sebagai orang tua selalu perhatikanlah perkembangan anak Anda secara detail agar jika ada penyakit atau gangguan tertentu bisa ditangani dan dideteksi lebih dini.

7 Oct

BONTANG - Minum kopi di pagi hari menjadi kebiasaan begitu banyak orang untuk mengusir kantuk saat bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya. Waktu ini dinilai tepat karena membuat mereka lebih prima. Tapi ternyata, pagi hari sebenarnya salah satu saat terburuk dalam sehari untuk anda minum kopi. 

Alasannya? Karena tingginya tingkat kortisol dalam tubuh kita di pagi hari.Seperti yang kita ketahui bahwa mengonsumsi kafein ketika kadar kortisol tinggi menciptakan dua masalah. Salah satunya adalah bahwa kafein mengganggu produksi kortisol di dalam tubuh, hormon ini yang dilepaskan oleh tubuh dalam respon terhadap stres dan glukosa darah pada kadar yang rendah. Tubuh pada akhirnya memproduksi kortisol yang rendah dan lebih mengandalkan kafein untuk mengompensasi hal yang terjadi.Efek lain dari minum kopi di pagi hari adalah meningkatkan toleransi seseorang terhadap kafein karena menggantikan kortisol yang disebabkan dorongan alami yang memang merupakan respon dari tubuh.Ingatlah bahwa kadar kortisol tinggi pada tiga kali dalam sehari, bukan hanya pagi hari saja. menurut sebuah studi 2009 yaitu pada malam dan dini hari. Jadi waktu terbaik untuk minum kopi - atau kafein secara umum - adalah antara 10 pagi dan siang, dan 14:00-17:00.Peminum kopi pagi harus mempertimbangkan menyesuaikan jadwal mereka untuk lebih mengoptimalkan asupan kafein mereka. Secangkir kopi di pagi hari pada dasarnya merupakan sebuah sugesti yang diterima oleh penikmat kopi untuk membuat dirinya lebih prima.

5 Oct

 

BONTANG - Benda asing dapat kapan saja masuk ke dalam hidung dan membuahkan risiko kesehatan. Sebut di antaranya seperti serangga, mainan, kacang dan benda lainnya. Apa yang harus dilakukan? Berikut penjelasannya.

Masuknya benda asing pada hidung dapat terjadi pada semua usia. Benda asing pada hidung dapat berupa benda mati maupun benda hidup. Contoh benda mati seperti  seperti kacang, manik-manik, koin, kapur, sobekan kertas, mainan kecil dan lainnya. Contoh benda hidup seperti serangga yang masuk ke dalam hidung dari mulai semut, lalat dan lintah. Jika benda mati biasanya terjadi pada anak anak usia 1-8 tahun, namun jika benda hidup seperti serangga dapat terjadi di segala usia..

Gejala apa yang timbul jika ada benda asing dalam hidung?

Gejala utamanya adalah keluarnya cairan hidung yang berbau busuk, biasanya hanya pada satu sisi hidung yang terdapat benda asingnya. Gejala lainnya berupa sulit bernapas, hidung tersumbat, nyeri pada hidung,, sakit kepala, mimisan dan juga demam.

Apa yang terjadi jika benda asing masuk ke dalam hidung?

Beberapa benda asing dapat menyebabkan pembengkakan pada lapisan mukosa hidung, mimisan, erosi pada mukosa hidung bahkan jika mengeras dapat menjadi jaringan granulasi. Ada juga yang dapat merusak septum nasi karena benda asing yang masuk bersifat korosif seperti logam berat (baterai).

Apa yang sebaiknya dilakukan jika ada benda asing dalam hidung?

Jangan coba-coba untuk mengambil benda asing dalam hidung karena akan menyebabkan benda asing semakin terdorong ke belakang rongga hidung. Bawalah segera ke dokter THT untuk dilakukan tindakan segera. Dokter THT  akan melakukan pemeriksaan fisik pada organ hidung. Tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan pemeriksaan x-ray dan nasoendoskopi jika benda asing susah terlihat.

Komplikasi apa yang terjadi jika benda asing tidak diambil?

Hal yang paling berat adalah bisa terjadi aspirasi yang mana ini dapat membahayakan karena dapat masuk ke jalan napas sehingga dapat menyebabkan gagal napas. Komplikasi lainnya bisa berupa perdarahan dan infeksi.

25 Sep

BONTANG - Faktanya, tidak sepenuhnya benar. Banyak salah persepsi yang ternyata jauh dari faktanya. “Jangan makan kambing, nanti bisa darah tinggi!” Siapa yang belum pernah mendengar hal itu? Banyak orang menghindari daging kambing karena dianggap bisa memicu darah tinggi bahkan hipertensi.

Karena persepsi tersebut banyak yang memilih menghindari daging kambing di antara jenis daging lainnya. Tak ayal lagi daging kambing mungkin jenis daging yang paling ditakuti bahkan dijauhi. Tapi sudah tahukah Anda mengenai fakta sebenarnya dari daging kambing?

Benarkah daging kambing sebaiknya dihindari pasien hipertensi? Berikut penjelasannya:

Menurut para peneliti dari Alabama Cooperative Extension System (ACES), daging kambing memiliki komposisi gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi, daging babi, daging domba, bahkan daging ayam.

Nutrisi yang terkandung bergantung pada cara memasak, minyak yang digunakan, dan penyajian daging kambing tersebut. Anda dapat membuang bagian lemak saat hendak memasaknya.

Daging kambing memiliki lemak jenuh yang cenderung rendah dibandingkan daging lainnya, serta jumlah lemak tak jenuh yang relatif tinggi. Sebuah studi klinis yang dilakukan oleh Harvard University menyatakan bahwa lemak jenuh berkontribusi terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Sementara itu, lemak tak jenuh membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi inflamasi, dan menstabilkan detak jantung.

Daging kambing tidak menyebabkan hipertensi secara langsung. Ada beberapa faktor yang berkontribusi dalam menaikkan tekanan darah setelah mengonsumsinya, yakni tingginya kadar kolesterol darah seseorang serta penyakit lainnya.

Apa pun jenis daging tersebut, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, dapat berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Jadi, yang perlu diingat ketika Anda ingin mengonsumsi daging kambing, cermatlah dalam memilih bagian daging, mengolah dan mengatur porsinya agar kesehatan tetap terjaga.

The North America Agriculture and Biology Journal mencatat bahwa di Okinawa, Jepang, wanita hamil yang baru saja melahirkan dianjurkan untuk makan daging kambing untuk mendapatkan kembali stamina mereka dan mengatasi kelesuan.

Jurnal tersebut juga menyoroti keutamaan dari susu kambing, termasuk manfaatnya sebagai susu pengganti bagi individu yang memiliki alergi susu sapi. Susu kambing disebutkan memiliki molekul lemak yang lebih kecil dibandingkan susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna.

Susu kambing juga dapat membantu menjaga kelembaban kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit kering dan mudah gatal, serta para penderita psoriasis, eksim atau jerawat.

23 Sep

BONTANG - Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan.

Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu: belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.

Apabila telah memenuhi kriteria infertilitas primer di atas, maka perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, baik dari pihak suami maupun istri.

Jika dari pihak wanita sudah menjalankan pemeriksaan USG rahim, diperlukan pemeriksaan lain seperti HSG ataupun kadar hormon.

Namun tentunya kedua jenis hormon tersebut dilakukan jika diperlukan dan jika dicurigai adanya kelainan yang mengarah kesana.

Selain dari sisi wanita, suami juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Selain dari sisi wanita, suami juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan seperti anatomi organ reproduksi dan analisis sperma. Pemeriksaan analisis sperma dapat menjadi acuan informasi mengenai kesehatan sperma.

Selain beragam pemeriksaan untuk mengetahui kesehatan organ reproduksi istri dan suami, tentunya yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan:

  1. Makan makanan bergizi dan seimbang.
  2. Asupan vitamin sesuai kebutuhan.
  3. Istirahat teratur.
  4. Olahraga.

Perlu juga diperhatikan:

  1. Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  2. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  3. Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Ketahui masa subur istri, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

Jika tindakan di atas dan hasil pemeriksaan yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada-Nya.

Sumber: klikdokter.com

23 Sep

Orang tua mana yang ingin anaknya memiliki penglihatan yang tidak normal? Setiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki mata yang sehat dan normal. Namun adakalanya kita dapati beberapa anak yang sudah memakai kacamata bahkan dengan minus tinggi. Anak berkacamata berarti kutu buku dan jenius? Tidak juga. Bahkan anak dengan fungsi penglihatan yang tidak normal akan mengalami gangguan dalam melakukan aktivitas bermain dan belajarnya. Oleh karena itu, perlu kiranya kita sebagai orang tua mengetahui langkah apa saja yang bisa ditempuh utuk menjaga kesehatan mata anak kita.

Perkembangan Sistem Penglihatan pada Anak

Perkembangan sistem penglihatan pada anak memiliki beberapa fase, yaitu fase cepat dan lambat. Pada usia kurang dari 3 tahun, anak mengalami fase cepat atau yang disebut juga fase kritis. Sedangkan usia 3 hingga <6 tahun merupakan fase lambat perkembangan sistem penglihatannya. Setelah usia 6 tahun, perkembangan hanya mendatar saja. Jika gangguan penglihatan pada usia awal perkembangan tidak mendapatkan penanganan tepat maka akan berakibat terjadinya lazy eye atau mata malas (ambliopia), yaitu suatu kelainan mata yang secara anatomis bagus namun fungsinya tidak 100%. Artinya, kemampuan melihat anak tidak maksimal yang disebabkan retina atau saraf mata ketika usia balita tidak mendapat rangsangan yang cukup. Contohnya seorang anak berusia 3 tahun yang matanya minus tapi tidak mendapat bantuan kacamata minus, maka retinanya tidak pernah dilatih untuk melihat dengan benar. Bila dibiarkan terus sampai usia 5 tahun, maka akan terjadi “kemalasan” retina.

Kenali Gejalanya

Jika anak anda sering memicingkan mata saat melihat obyek yang jauh, maka ini bisa jadi pertanda ada masalah pada fungsi penglihatannya. Pada anak yang sudah bersekolah, Anda bisa menanyakan kebiasaan anak pada gurunya. Apakah anak terlihat kesulitan membaca tulisan di papan tulis atau tidak. Selain itu, tentu saja Anda bisa menanyakan langsung pada anak jika memungkinkan. Misalnya kita dapati anak kita memicingkan mata atau membaca buku dengan jarak yang sangat dekat, kita bisa langsung menanyakannya mengapa ia melakukan hal tersebut. Coba jauhkan jarak buku dan tanyakan kembali apakah ia masih bisa membaca tulisan di buku tersebut. Pada anak yang masih sangat kecil biasanya belum terlalu terganggu dengan kondisi matanya sehingga ia tidak mengeluh, maka Anda sebagai orang tua harus jeli dalam memperhatikan kebiasaan anak ketika melihat.

Apa saja Pemicunya?

Kondisi mata minus atau rabun jauh bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti faktor keturunan, kebiasaan buruk anak yaitu terlalu dekat ketika melihat suatu obyek, membaca sambil tiduran atau belajar dengan pencahayaan yang kurang. Selain itu, kurangnya aktivitas bermain di luar juga makin memperbesar kemungkinan anak mengalami mata minus. Pada saat anak bermain di luar rumah, anak akan memandang ruang yang luas dengan jarak pandang tak terhingga sehingga anak akan terlatih memfokuskan pandangan pada obyek yang jauh. Hal ini sangat bermanfaat untuk kesehatan mata anak-anak kita.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Segera periksakan ke dokter mata jika Anda mendapati gejala yang mengarah pada gangguan penglihatan pada anak. Dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan mata yang sedikit berbeda dengan pemeriksaan pada orang dewasa. Jangan sembarangan memakaikan kacamata pada anak. Anda harus membeli lensa kacamata yang sesuai dengan resep dokter mata. Sedangkan masalah model frame atau bingkai kacamata hendaknya dipilih yang sesuai dengan bentuk wajah anak dan tidak kebesaran sehingga bisa mengurangi rasa percaya diri anak. Anda juga bisa menambahkan tali penggantung untuk menghindari terjatuhnya kacamata ketika anak beraktivitas. Pastikan juga bingkai kacamatanya tidak menimbulkan alergi jika anak memang memiliki jenis kulit yang sensitif. Selain memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kacamata, Anda juga harus memperhatikan faktor psikologis anak. Besarkan hatinya dan jangan memanggilnya dengan panggilan “kutu buku” atau “profesor” untuk meledek keadaan anak yang memaki kacamata di usia dini. Ajarkan anak untuk tetap bersyukur dengan kondisi penglihatannya. Berikan semangat dan motivasi bahwa ia tetap bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain. Demikianlah penjelasan singkat mengenai fenomena rabun jauh pada anak kecil.

16 Sep

 

BONTANG – Di Indonesia siapa yang tidak mengenal rokok elektrik, atau yang baru-baru ini booming kembali Vaporizer, Vape Pen, Vaping dll. Yuk kita bahas lebih dalam!

Rokok elektrik atau e-cigarette dikembangkan di Tiongkok dan diperkenalkan mulai tahun 2004. Bentuk dan ukuran rokok elektrik beragam, tapi kebanyakan lebih panjang daripada rokok biasa. Ada pula yang menyerupai cerutu atau pipa.

Rokok elektrik bekerja dengan dihisap melalui mulut. Aliran udara yang mengalir dari mulut pengisap akan menyalakan sensor yang memicu bekerjanya pemanas kecil bertenaga baterai. Pemanas kemudian menguapkan nikotin cair sintesis di dalam wadah sekaligus mengaktifkan cahaya yang menyala di ujung rokok elektrik seperti rokok normal. Pemanas pada rokok elektrik juga menguapkan propylene glycol atau PEG yang akan membuat rokok elektrik mengeluarkan asap. 

Bicara soal efek samping rokok elektrik, FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok elektrik. Nikotin cair sintesis dalam rokok elektrik ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok elektrik diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker. 

Kini, rokok elektrik juga memiliki fitur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida bisa membahayakan paru-paru. Asap buatan pada rokok elektrik juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru. 

Nikotin cair sintesis dalam rokok elektrik juga mengandung perasa buatan dan pengawet makanan. Bahan-bahan ini aman bila dikonsumsi secara biasa, tapi lain soal bila diisap. Bakteri penyebab pneumonia juga akan makin kebal seiring Anda mengisap rokok elektrik.

[ by: dr. Fransisca Alvionita - www.meetdoctor.com ]


Pages